PadaBisa.com - Bingung
kenapa si dia tiba-tiba ngambek atau marah padahal Anda tak mengatakan hal-hal yang kasar, salah, ataupun memojokkannya
?
Hmm... mungkin saja Anda salah buka topik obrolan. Marcus Osborne dalam artikelnya
6 Things Women Do That Scare Men Off mengungkapkan,
tanpa disadari perempuan sering
membuka obrolan yang sensitif bagi pria sehingga mereka merasa tak nyaman atau bahkan ketakutan.
"Sebenarnya
ini adalah obrolan yang cukup penting, hanya saja seringkali
perempuan menanyakannya berulang-ulang dan terlalu cepat. Tak heran jika lama-lama
pria akhirnya kabur," ungkapnya.
1. Mantan pacar
Awalnya
arah pembicaraan tidak bermaksud untuk ngobrol tentang mantan pacar
Anda, namun akhirnya nyerempet juga tentang si dia di masa lalu.
Bukannya tidak boleh, namun para pria akan berpikir jika Anda masih
sering membicarakan si mantan, berarti Anda masih menyukainya dan
berharap bisa kembali padanya.
2. Bertemu orangtua
Sebenarnya
mengajaknya untuk bertemu dengan orangtua Anda bukan hal yang salah.
Sayangnya, buat pria perkenalan ini adalah langkah besar dalam hubungan
karena seolah menggambarkan keseriusan mereka untuk menikahi Anda.
Bukannya tidak ingin menikahi Anda, tapi pria butuh persiapan matang
untuk bertemu orangtua Anda, dan biasanya mereka belum mendapatkannya
dalam waktu yang singkat. Jangan memaksa pasangan untuk segera bertemu
orangtua karena bisa membuat si dia tertekan dan ketakutan.
3. Menikah
Masuk
akal jika Anda membicarakan pernikahan pada si dia. Namun pahamilah
bahwa belum tentu pasangan Anda punya keinginan untuk cepat menikah dan
punya anak. Pria membutuhkan banyak waktu meyakinkan dirinya untuk
menikahi Anda. Seringkali perempuan punya harapan yang terlalu tinggi
untuk segera menikah, yang bagi pria terlalu dini untuk diutarakan.
Tindakan lain yang menyebalkan bagi pria adalah, Anda berulang kali
mengungkapkan keinginan tersebut sehingga seolah-olah memaksanya untuk
menikah.
4. Banyak aturan
Satu ketakutan
terbesar laki-laki dari perempuan saat pacaran adalah perempuan tersebut
membuatnya tidak bisa menjadi diri sendiri. Pria menganggap perempuan
terlalu mengontrol dan selalu mencoba mengatur hidupnya. Marcus
menyarankan untuk tidak memaksa pasangan Anda mengenakan baju yang Anda
mau, memilihkan makanannya, memaksanya untuk berolahraga, memaksanya
untuk mencari kegiatan yang seru menurut Anda, dan lain-lain.
"Yang
paling penting jangan pernah punya pikiran bahwa si dia akan jadi
sempurna jika Anda bisa membuatnya mengubah sifat-sifat dan kebiasaannya
sesuai yang Anda mau," sarannya.